Mindblown: a blog about philosophy.
-
Satu Guru, Dua Sekolah: Kenapa Data Karyawan Tidak Boleh Digandakan per Unit
Ketika satu guru atau karyawan bekerja di lebih dari satu unit, model HR per sekolah mulai menunjukkan batasnya. Identitas orangnya satu, tetapi penempatan, peran, dan jadwalnya bisa berbeda.
-
Laporan ke Yayasan Tidak Seharusnya Jadi Pekerjaan Kedua Kepala Sekolah
Kepala sekolah seharusnya memimpin unit, bukan terus-menerus membuat ulang informasi yang sebenarnya sudah ada. Reporting ke yayasan perlu dirancang sebagai bagian dari alur kerja, bukan pekerjaan tambahan.
-
Tim Operasional Yayasan Bukan Mesin Copy-Paste Antar Sekolah
Kalau kerja tim pusat habis untuk mengejar file, menyamakan format, dan input ulang data dari unit, masalahnya bukan sekadar disiplin. Bisa jadi struktur operasionalnya memang masih terfragmentasi.
-
Harga Software per Sekolah: Murah untuk 1 Unit, Belum Tentu Masuk Akal untuk 5
Model biaya per sekolah bisa terasa sederhana saat organisasi masih kecil. Ketika unit bertambah, pertanyaannya berubah: apakah biaya sistem ikut tumbuh secepat jumlah lembaga?
-
Mengelola 5 Sekolah Bukan Berarti Mengelola 1 Sekolah Lima Kali
Ketika yayasan bertumbuh, masalahnya bukan sekadar menambah sekolah. Sistem, data, laporan, proses, dan biaya ikut terfragmentasi. Inilah kenapa organisasi multi-lembaga membutuhkan cara kerja yang berbeda.
Got any book recommendations?